Dua Dunia Satu Masa

11:08:00



Jakarta 23/10/2017

Kringggg….kring….kring…. *disertai vibrate dari alarm yang berbunyi.

Tepat pukul 6 pagi gue berusaha untuk membuka mata gue untuk kembali melakukan rutinitas pada biasanya. Kerja? Iya rutinitas yang sudah menjadi kewajiban gue mencukupi kebutuhan sehari-hari untuk sekedar beli pensil baru kasarnya. Bekerja sudah gue lakukan dari gue usia 17 tahun tepatnya 3 tahun lalu. Bekerja menjadi pilihan hidup gue untuk mencari banyak pengalaman dan berkenalan dengan banyak orang baru di luar sana. Berbagai pengalaman asam dan manis yang gue laluin jatoh dan bangkit lagi dari keterpurukan bukan sesuatu hal yang mudah rupanya. Namun gue selalu bertekad kuat “Dia bisa kenapa gue gak?” Seperti apa profesi yang gue alamin sebelumnya ada di sini.
Asemele jadi guru hah? Part 1

Ada yang istimewa di tahun 2017 ini. Disamping bekerja gue juga memutuskan untuk melanjutkan studi gue di bangku perkuliahan pada umumnya. Dan di sini gue akan bercerita berdasarkan pengalaman pribadi yang gue alami sebagai karya-wan dan juga maha-siswi. Semoga kalian suka dengan sedikit cerita dari gue. Check this out!

Membagi Waktu
Gue tahu dipikiran kalian pasti “gimana lo bisa bagi waktunya hes?” “Gimana kalau lo lembur? Trs nugas? atau ada kelas pengganti?” mungkin ini yang akan terlontar dari dalam benak hati kalian dan bahkan sampai dosen gue aja bilang “Saya paham cara belajar orang yang sudah tenaga sisa seperti ini”.  Kebetulan gue ambil kelas paralel (kelas keryawan) yang dimana program itu dikhususkan bagi mahasiswa/i- nya yang sembari bekerja. Sebenarnya cara gue membagi waktu gak rumit- rumit amat karena gue masih punya waktu libur dan waktu di jam istirahat kantor. Jam operasional gue bekerja dimulai dari jam 08.00– 16.30 sore. Jam istirahat gue dari jam 12.00 – 13.00 ini gue sebut Golden Hour yaitu waktu yang sangat berharga bagi gue untuk nugas atau tidur. Gue gak selalu ngerjain tugas di kantor dan kadang malah gue gunakan untuk lebih baik tidur saja. Dan jadwal kuliah gue dimulai dari 18.30 – dosen bilang pulang. Literaly tugas yang datang bertubi- tubi bukan tugas yang selalu print out melainkan tugas fisik dengan menguras banyak ide di otak gue yang butuh beberapa tahap seperti Asistensi >> Revisi >> Revisi 2 >> Revisi 3 >> Baru ke tahap approval >> Finished. Intinya gini gaes seberat apapun tugasmu lebih berat lagi ketika tidak kalian kerjakan. Nah Tul gak tuh gue?

Menghargai waktu
Pak dosen pernah bilang “ujian yang sebenarnya itu yah proses kalian dari berangkat rumah ke kantor lalu menyempatkan diri belajar di kampus ini, dan itu kalian lakukan setiap hari”. Begitu denger kata-kata tersebut bagai tamparan buat gue. Seperti hal yang gakan terulang lagi dimana gue harus desek- desekan ketek ketemu ketek dikereta. Belom lagi harus kejar- kejaran biar gak ketinggalan kereta begitu transit. Atau melihat keampunan macetnya jalur pancoran. Belom lagi malemnya begadang buat ngerjain kerjaan dan tugas itu benar- benar membuat gue sangat menghargai setiap detiknya waktu yang gue alamin. Perubahan 1 menit aja kalau ketinggalan kereta yah ketinggalan kalian gabisa masuk dan harus nunggu kereta baru. Apalagi kesuksesan? Pernah gak sih kalian berpikir berapa orang seperti kalian yang berjuang mati-matian di luar sana, dimana mereka juga gamau ketinggalan bahkan 1 detik dalam hidupnya untuk merubah kesuksesan mereka? Jika ada dan semakin banyak kalian harus bersaing dengan mereka. Karena semakin kalian buang- buang waktu  yah semakin kalian menunda kesuksesan kalian sendiri. Dan itu yang saat ini sedang gue alamin dimana gue yang orangnya gamau buang- buang waktu semakin gamau membuang- buang waktunya begitu saja.

Dukungan
Kata siapa kalian bisa lakuin  semua ini sendirian? Dukungan dari orang- orang terdekat yang sayang sama kalian itu penting dan perlu. Pada dasaranya kalian gabisa jalanin kedua dunia ini sendirian tanpa dukungan dari orang-orang terdekat kalian. Bagaimana kalian bisa dapet dukungan dari mereka? Yah dengan kalian komunikasi langsung sama mereka. Saling sharing soal masalah, sharing solusi, sharing segala. Karena tanpa adanya dukungan atau semangat dari orang terdekat kalian tetap saja kalian gabisa melakukan hal ini sendiri. Kalau ada teman-teman kalian yang masih nyinyir kalian gada waktu untuk mereka. Ingatkan satu hal sama mereka. “Sobat ini perjuangan gue untuk kalian, jasa kalian tak akan terlupakan.”
Sekiranya sedikit cerita gue diatas bisa dijadikan pembelajaran kita semua bahwa “waktu takkan bisa terulang. Dan kisah harus segara diciptakan”.

Gue mempersilahkan teman-teman seperjuangan gue untuk memberikan komentar agar kita saling sharing pengalaman asam- manis kalian yah gaes. Gue HS mengucapkan selamat menempuh gelar KUPU- KUPU MALAM (KUliah PUlang- KUliah PUlangnya MALAM).

You Might Also Like

0 komentar

KOMENNYA YAH KAKA! :)

Featured Post

TUTORIAL | Vintage Effect On VSCO

Selamat malam teman-teman sebelumnya HS sudah share tutorial sebelumnya mengenai Low Saturation di VSCO berdasarkan request yang tem...

Artwork

Photography

Artwork