Puter Balik ke 2016

19:46:00



Resolusi.... resolusi....
Target.... target....
Kedua hal itu yang selalu gue pikirkan disetiap pergantian tahun. Mengingat gue bukan anak Tk lagi yang dulu dimna susah makan harus di cubit dulu sma nyokap. Dimana gue juga bukan anak SD yang suka perang sarung selesai pulang TPA (Taman Pengajian Al-quran). Begitu lucu, gemesin dan rasanya pengen balik lagi bisa main karet sampe diatas kepala dengan gaya koprol. Sekarang gue sadar itu hanya kisah- kisah masa kecil. Di usia 19 yang hampir kepala dua bukan lagi mikirin bagaimana gue bisa ngecrek 10 pas main bekel *masihingetpermainanitu?

Seperti roda hidup itu memang berputar. Ditahun 2016 ini gue memang mengalami banyak hal yang harus gue laluin dengan tidak mudah karena pada saat itu gue juga harus berjuang dengan pencapaian gue ditahun sebelumnya 2015. Begitu banyak hal manis dan pahit yang nyatanya harus gue laluin.

Berhenti Bekerja
Iyap Flashback ke awal Januari 2016. Dimana gue sudah berstatus pengacara (Pengangguran banyak aCara) begitu deh. Melepas profesi dari menjadi guru bukan perkara mudah gue seperti teachersick gitu karena gue masih berat meninggalkan anak murid gue. Namun ini juga bukan semata keputusan mudah yang gue ambil. Bahkan ini keputusan dengan kematangan resiko yang harus gue alamin kala itu. Resiko utama nya yah mengenai keuangan gue. Namun gue bukan orang yang gak antisipasi. Karena gue berpikir saat itu, ini sebagai pembuktian gue untuk melampaui lebih jauh lagi.

Sementara Kerja Freelance
Demi bisa punya alat gambar baru dan tahu diri udh gak kerja akhirnya tawaran2 desainpun gue geluti, apapun yah masih ada kaitannya seperangkat adobe dan karena hal itu aja yg gue bisa jadi gue ambil sebagai freelane content writer kala itu. Jadi content writer bukan profesi mudah. Pengalamanpun gada samsek terus gue harus independen ngumpulin narasumber dari kerjaan ini sendiri. Oke baiklah gue tetap nikmatin dan jalanin selagi masih berbau seperangkat adobe. Akhirnya gue Jalanin dengan harapan semoga gue bisa betah dan konsistan. Hehehe

Persiapan SBMPTN
Dan ini adalah jawaban dari semua jawaban mengapa gue mengundurkan diri dari profesi sebelumnya karena gue ingin melanjutkan ke universitas. SBMPTN salah satu cara yang mungkin bisa gue gapai kala itu. Persiapan demi persiapan pun gue mulai sejak awal tahun semua karena semangat gue kala itu. Materi yang harus gue pelajari cukup jauh karena usia kurikulum yang sudah berubah dan tak lagi sama. Sampai harus kejar- kejaran materi dari temen gue untuk bisa belajar dan ngikutin materi yang ketinggalan itu. 

Belajar gambar lagi
"Belajar gambar lagi". Iya. Gue seperti bayi yang baru bisa berdiri dan pengen jalan itulah yang gue rasain. Vakum dari gambar selama 4 tahun ketika kenal cinta dan gadget. Dan beljar menggambar juga karena gue harus mengikuti test untuk bisa masuk ke sekolah seni di salah satu universitas favorit di Jakarta. 

Panggilan interview
Ini yang bikin gegana. Ketika semua berjalan lancar dan baik2 saja. Hantu HRD seperti ngebangunin gue dari kematian hahaha. Sore hari gue dapet panggilan, pikir gue itu nomer nyasar atau dari delivery order. Lalu gue angkat teleponnya dan yang ngangkat adalah perempuan yang langsung sebut nama gue. WHAT? siapa cewek ini? Ternyata dia adalah HRD salah satu perusahaan swasta yang memanggil diri gue untukke kantornya.
Mbaknya: "Bagaimna mba Dewi besok bisa ke kantor saya? Alamatanya di Jl......"
Dan tanpa mikir panjang gue iyain aja.
Gue:"oke mba"
--------------- Singkat cerita gue sampai disana-----------
Kemudian gue masuk. Kita bertatapan. Gue tatap mbaknya. Mbaknya natap gue. Kita berdua bertatapan. Lalu mata kita bertemu. Mata kita semakin dekat. Lalu lebih dekat.... dan tinggal seinchi.... kemudian.... mbaknya bilang "nanti saya hubungi lagi yah mba" DAPPP... kata itu adalah kata-kata dimana nasib lo melamar kerja sudah tidak ada harapan lagi. Sebenarnya gue sih yang menolaknya karena gue ngerasa gak worth it pas negosiasi. Karena memang pada saat itu tekad gue lagi pengen kuliah bukan kerja. Dan guepun tinggal nunggu hasil test yg gue laluin.

Gagal SBMPTN
Nasib udah jadi nasib ternyata gak semujur yang gue rasain. Gagal SBMPTN gak memutuskan semangat gue. Justru gue berterima kasih banyak sama semuanya karena gue bisa ambil pelajaran berharga dari hal ini. Pertama gue belajar tentang mendaparkan sesuatu gada yang instan, harus penuh kerja keras, pengorbanan, waktu, dan juga doa. Kedua gue berterima kasih jadi lebih semangat lagi untuk gambar. Ketiga gue berterima kasih bisa jadi orang yang produktif dan menghargai waktu. Keempat gue juga berterima kasih sama Ponsel gue karena berkat periode gue gagal PTN ponsel gue jadi rame karena dpt kiriman SMS dari Univ swasta yg lumayan banyak. Yah walaupun itu promosi jdi ponsel gue rame dah. Hehehe πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Takdirnya Kerja Lagi
Mungkin emng Allah belum restuin gue kuliah lagi. Jdi gue putuskan untuk cari kerja lagi. Pas banget dan alhamdulillahnya bokap dapet rekomendasi kerjaan dari temannya untuk gue isi posisi kosong di kantor temen bokap gue itu. Dan yah sampai sekarang gue masih ngejalanin kerjaan yang lumayan worth it. Walaupun belum bisa jalan -jalan jauh karena belum bisa cuti. Hehehe

Seperti kata Justin Timberlake "Yesterday is history and tommorow ia a mistery" semoga apa yang sudah terjadi pada gue dan hidup gue dia tahun 2016 atau tahun sebelumnya selalu menyadarkan diri gue untuk terus lebih baik dan berguna lagi kelak. Sebab pendewasaan butuh proses. 
πŸ‘»πŸ’€πŸ‘ΎπŸ‘ΏπŸ’€πŸ‘ΏHappy New Years FelasπŸ‘ΏπŸ’€πŸ‘ΎπŸ’€πŸ‘»

You Might Also Like

0 komentar

KOMENNYA YAH KAKA! :)

Artwork

Photography

Artwork