STORY | Tim Terhebatku, Sungguh Kalian Kurindu

19:03:00


"Ayo kamu harus makanan yah" Sang ibu pada suapannya.
"Bu, jgn diberikan es terus nanti anak kita sakit" Sang ayah pada tegurnya.
"Aku boleh main kesini gak ayah, ibu?" Sang anak pada permintaannya. Begitulah percakapan yang kerap diperbincangkan.
Ada sebuah permintaan, ada sebuah teguran, ada sebuah larangan. Itulah kasih sayang sesungguhnya. Saling menegur untuk kebaikan. Saling meminta untuk diberi. Dan saling pengertian untuk memahami. Tak hanya itu saja, banyak pelajaran berharga yang kita bangun untuk menjadi tim hebat. Tim hebat, adalah tim yang mampu diajak bekerja sama dengan baik. Tim hebat mampu mengalami kesusahan dan kebahagiaan bersama.

Contohnya bermula dari perjuangan ayah dan pengorbanan ibu yang disatukan maka akan membentuk sebuah tim hebat.
"Anggota tim kita sudah banyak nih bu, tumbuh besar yah bu" Sahut Sang Ayah
"Semoga kelak mereka bisa saling membutuhkan satu sama lain" tambah Sang Ibu.

Renungan di meja makan
Sebagai Tim hebat ayah selalu mengingatkan kita harus selalu bersama saling menopang satu sama lain. Saling bersyukur dengan apa yang kita dapatkan. Jangan mengeluh. Ada masa dimana kita masih bersama dan ada waktu ketika kita sudah harus berjuang masing- masing khususnya kalian semua. Itu pesan yang selalu di berikan oleh ayah pada renungan malam di meja makan. Sembari melayani ibu pun ikut bersahutan dengan kehangatan teh yang dihidangkan di atas meja. Ibu menambahkan jika sukses nanti kalian hatus selalu ingat darimana kalian berasal. Tak boleh sampai lupa diri hingga melupakan kami yah nak.

Tepat saja
Masa demi masa kian berlalu. Si Sulung, tengah dan Bungsu telah menjadi sosok dewasa yang akan segera bangkit. Bangkit menjadi dewasa yang berguna. Tepat saja pesan ayah dan ibu itu menjadi kenyataan.

Dimana si Sulung sedang diurung masalah financial untuk menopang kehidupan dirinya keluarga kecilnya. Lantas juga masalah lain sedang dihadapi oleh si Tengah yang diurung masalah dengan percintaannya. Dan di Bungsu harus larut dalam masalah dengan pihak berwajib yang menyeretnya dari sekolah.

Ketika masalah itu hadir kami seperti mati. Tak bisa menanganinya sendiri. Teringat dihati bahwa Tim Terhebat kami sudah tidak bersama lagi. Tim Terhebat kami yang menjadi sumber kekuatan sudah tidak ada didunia ini. Ohhh Tim Terhebatku. Ayah, Ibu sungguh kalian ku rindu.

Ingin rasanya kita berjumpa dalam dunia yang fana nanti. Untuk saat ini hanya bisa menyiratkan sebuah bentuk kerinduan. Semoga tuhan selalu menempatkan kalian di tempat seindah-indahnya. Amin

You Might Also Like

0 komentar

KOMENNYA YAH KAKA! :)

Artwork

Photography

Artwork